• (0274) 391007, 391288
  • rsudwonosari06@gmail.com

RSUD Wonosari Gelar Buka Bersama dan Pengajian Nuzulul Qur’an, Tekankan Pelayanan Penuh Empati


Wonosari – 11/03/26 Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di Masjid Avicena RSUD Wonosari pada Jumat (6/3/2026). Civitas hospitalia RSUD Wonosari berkumpul dalam kegiatan Buka Bersama dan Pengajian Nuzulul Qur’an sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Ramadan. Pengajian yang disampaikan oleh Ustadz Drs. Ngatemin mengajak para tenaga kesehatan untuk merefleksikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Ngatemin menegaskan bahwa manusia terbaik adalah mereka yang mampu memberikan manfaat bagi orang lain.

“Orang yang paling berguna adalah orang yang bisa menyelamatkan orang lain dengan perkataannya dan perbuatannya,” ungkapnya di hadapan para peserta pengajian. Ia menjelaskan bahwa pesan tersebut sangat relevan bagi civitas hospitalia yang setiap hari berhadapan dengan pasien yang membutuhkan pertolongan dan perhatian. Menurutnya, tenaga kesehatan tidak hanya menyembuhkan secara medis, tetapi juga dapat memberikan kekuatan melalui sikap dan tutur kata. Ustadz Ngatemin kemudian memaparkan empat sikap yang sebaiknya dimiliki oleh civitas hospitalia dalam menjalankan pelayanan, yakni Wujulun Malikhun, Lisanun Salikhun, Qolbun Naqiyun, dan Yadun Sakhiyun. “Wujulun Malikhun artinya wajah yang ceria. Senyum dari tenaga kesehatan bisa menjadi obat pertama bagi pasien,” jelasnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya Lisanun Salikhun, yaitu lisan yang mampu menenangkan dan menyelamatkan orang lain melalui kata-kata yang baik. “Terkadang pasien tidak hanya butuh obat, tetapi juga butuh kata-kata yang menenangkan,” tambahnya. Sementara itu, Qolbun Naqiyun diartikan sebagai hati yang sabar dan bersih dalam menghadapi berbagai kondisi pasien, sedangkan Yadun Sakhiyun menggambarkan tangan yang ringan membantu dan mampu menyelesaikan permasalahan. Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Ngatemin juga mengajak civitas hospitalia untuk menciptakan suasana pelayanan yang nyaman bagi pasien dengan menerapkan empat nilai penting, yaitu Hayyin, Layyin, Qorib, dan Sahlan. “Hayyin berarti suasana yang teduh dan menentramkan. Layyin artinya bersikap lembut dan menghargai orang lain. Qorib itu dekat dengan masyarakat, ramah dan grapyak. Sedangkan Sahlan berarti memudahkan urusan orang lain,” terangnya. 

Melalui kegiatan ini, civitas hospitalia RSUD Wonosari diharapkan dapat semakin memperkuat nilai-nilai spiritual dalam bekerja sehingga pelayanan kesehatan yang diberikan tidak hanya profesional, tetapi juga penuh empati dan ketulusan.Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang semakin mempererat kebersamaan antarpegawai di lingkungan RSUD Wonosari.

  • By admin
  • 11 Maret 2026
  • 17

Berita Terbaru


RSUD Wonosari Menerima Visitasi Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Yogyakarta

Wonosari, 5/6/2026 – RSUD Wonosari menerima kunjungan visitasi dari Balai…

RSUD Wonosari Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026

WONOSARI – RSUD Wonosari menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun…

RSUD Wonosari Gelar Penyembelihan Hewan Kurban dalam Momen Idul Adha 1447 H

Wonosari, 29/5/2026 - RSUD Wonosari melaksanakan kegiatan penyembelihan hewan kurban…

RSUD Wonosari Tingkatkan Kesiapsiagaan Pegawai melalui IHT 5 Wajib Dasar

RSUD Wonosari menyelenggarakan kegiatan In House Training (IHT) 5 Wajib…

Wujudkan Lingkungan Sehat, RSUD Wonosari Laksanakan Senam dan Korve Bersama

Wonosari, 22/5/2026 — RSUD Wonosari melaksanakan kegiatan senam bersama dan…