RSUD Wonosari Jadi Tuan Rumah Bimtek Pengampuan Layanan Respirasi dan TB DIY
Wonosari, 28/04/2026 — RSUD Wonosari menjadi tuan rumah pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengampuan Pelayanan Respirasi dan Tuberkulosis (TB) yang diselenggarakan pada 28–30 April 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Kesehatan dalam mendukung Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden periode 2025–2029, khususnya dalam percepatan penanggulangan tuberkulosis di Indonesia.
Bimtek ini dilaksanakan secara hybrid, menghadirkan peserta luring dari berbagai rumah sakit dan dinas kesehatan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), serta peserta daring dari sejumlah provinsi, termasuk wilayah Papua. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di rumah sakit jejaring dalam memberikan pelayanan respirasi dan TB yang berkualitas, sesuai dengan kebijakan nasional pengampuan layanan kesehatan.
Wakil Direktur Pelayanan RSUD Wonosari, dr. Diah Prasetyorini, M.Sc. dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antar fasilitas kesehatan dalam pengendalian TB.
“Melalui bimbingan teknis ini, kami berharap tenaga kesehatan semakin siap dan kompeten dalam menangani kasus TB secara komprehensif. RSUD Wonosari berkomitmen untuk terus mendukung program nasional, sekaligus meningkatkan kualitas layanan respirasi bagi masyarakat,” ujarnya.
Sebelum sesi pemaparan materi dimulai, dr. Indri Astuti Utami, MIPH, MHM turut memberikan sambutan sekaligus pengantar kegiatan. Dalam penyampaiannya, ia menekankan pentingnya penguatan jejaring layanan dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan sebagai kunci utama dalam percepatan eliminasi TB di Indonesia.
Ia juga menambahkan bahwa kepercayaan menjadikan RSUD Wonosari sebagai lokasi kegiatan merupakan bentuk pengakuan atas kesiapan fasilitas dan layanan yang dimiliki, sekaligus menjadi motivasi untuk terus berbenah dan berinovasi.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi terkait kebijakan program pengampuan, pembaruan tatalaksana TB sensitif obat (SO) dan resistan obat (RO), hingga penanganan TB dengan komorbid seperti diabetes melitus, HIV, dan penyakit ginjal kronis. Selain itu, peserta juga mengikuti sesi diskusi kasus, tanya jawab interaktif, serta hospital tour untuk melihat langsung layanan poli paru, ruang rawat TB, dan fasilitas laboratorium di RSUD Wonosari.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari Kementerian Kesehatan dan rumah sakit rujukan nasional, di antaranya tim dari Direktorat Pelayanan Klinis, narasumber dari RSUP Persahabatan sebagai pusat rujukan respirasi dan TB nasional, serta tim pengampuan dari RSUP Dr. Sardjito yang memberikan materi teknis dan pendampingan berbasis praktik lapangan.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan jejaring layanan TB di Indonesia semakin solid dan mampu memberikan pelayanan yang optimal, sehingga target eliminasi TB dapat tercapai secara bertahap.

- By admin
- 30 April 2026
- 17
