Sampah Menjadi Berkah, RSUD Wonosari Panen Eco Enzyme Dukung Green Hospital
Konsep green hospital atau rumah sakit ramah lingkungan tak lagi sebatas wacana di RSUD Wonosari. Melalui inovasi pengelolaan sampah organik, RSUD Wonosari berhasil memanen eco enzyme dari limbah kulit buah Instalasi Gizi setelah tiga bulan proses fermentasi, Sabtu (31 Januari 2026). Inovasi ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan sampah organik tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga menghasilkan produk bernilai guna dan bernilai ekonomi bagi rumah sakit.

Pelaksana Tugas Direktur RSUD Wonosari, Ismono, S.SiT., M.Kes, didampingi Kepala Bagian Perencanaan dan Pengembangan Wagino, SE, serta Kepala Instalasi Sanitasi Tasmiyati, ST, menyampaikan bahwa pengelolaan sampah merupakan bagian penting dari penerapan green hospital. RSUD Wonosari melakukan pemilahan sampah medis dan non-infeksius secara ketat, serta mengolah sampah organik agar dapat dimanfaatkan kembali. “Fermentasi pemanfaatan limbah kulit buah dari Instalasi Gizi ini kini telah memasuki tahap panen. Inovasi ini menunjukkan bahwa sampah dapat membawa berkah dan nilai tambah bagi rumah sakit,” ujar Ismono.
Sementara itu, Tasmiyati menjelaskan bahwa rata-rata produksi eco enzyme mencapai sekitar 100 liter per bulan. Saat ini, eco enzyme dimanfaatkan untuk pupuk tanaman, penanganan WC dan wastafel mampet, serta penanganan limbah di lingkungan rumah sakit. Ke depan, hasil produksi eco enzyme ini ditargetkan menjadi produk komersial RSUD Wonosari sebagai bagian dari inovasi green hospital yang berkelanjutan, dengan pelaksanaan penjualan menunggu penetapan tarif resmi sesuai ketentuan yang berlaku.
- By admin
- 03 Februari 2026
- 17
