• (0274) 391007, 391288
  • rsudwonosari06@gmail.com

Kelas Lansia SMART: Cerita Inovasi Promosi Kesehatan RSUD Wonosari dalam Mendukung Transformasi Layanan


Tahukah Anda bahwa jumlah lansia di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya? Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022, jumlah lansia mencapai lebih dari 30 juta jiwa atau sekitar 11 persen dari total penduduk. Angka ini diproyeksikan terus naik seiring peningkatan usia harapan hidup. Di Daerah Istimewa Yogyakarta, proporsi lansia bahkan lebih tinggi, yakni 14,5 persen, sehingga menjadikannya salah satu provinsi dengan jumlah lansia terbesar di Indonesia. Sementara itu, di Kabupaten Gunungkidul, jumlah lansia mencapai lebih dari 130 ribu jiwa. Kondisi ini menghadirkan tantangan serius: semakin banyak lansia yang rentan terhadap penyakit degeneratif, penurunan fungsi kognitif, hingga masalah psikososial. Situasi tersebut menuntut layanan kesehatan untuk tidak hanya berfokus pada aspek kuratif, tetapi juga memberikan ruang bagi aktivitas promotif dan preventif. Dari kebutuhan inilah lahir gagasan di RSUD Wonosari yang berkembang menjadi program inovatif bernama Kelas Lansia SMART — Sehat, Mandiri, Aktif, Religius, dan Tidak Pikun.

Pernahkah Anda membayangkan suasana rumah sakit yang biasanya kaku, berubah menjadi ruang penuh tawa dan kebersamaan? Itulah yang terlihat setiap Jumat ganjil di RSUD Wonosari. Sejak pagi, para lansia berdatangan dengan semangat tinggi. Kegiatan diawali dengan senam lansia yang dipenuhi tawa, lalu dilanjutkan pemeriksaan tekanan darah untuk memastikan kondisi fisik tetap terpantau. Setelah itu suasana makin meriah dengan Mars Lansia yang dinyanyikan bersama, dipandu langsung oleh peserta lansia. Untuk menambah keceriaan, fasilitator menghadirkan permainan lagu interaktif dengan gerakan sederhana, seperti menepuk tangan atau mengangkat tangan mengikuti irama. Aktivitas ini membuat suasana hidup sekaligus melatih ingatan dan stimulasi otak melalui kombinasi musik dan gerakan. Kehadiran kegiatan rutin ini bukan hanya menyehatkan fisik, tetapi juga menjadi ajang sosialisasi yang sangat berarti.

 

Belajar kesehatan ternyata bisa menyenangkan, bukan? di Kelas Lansia SMART, sesi edukasi dikemas interaktif dan rekreatif. Materi yang disampaikan mencakup gizi seimbang, pencegahan hipertensi dan diabetes, latihan otak untuk mencegah kepikunan, kesehatan mental, hingga penguatan spiritual melalui tausiyah singkat. Lansia bebas bertanya, berbagi pengalaman, bahkan menyampaikan keluhan sehari-hari. Edukasi di kelas ini tidak sekadar menyampaikan informasi, melainkan juga membangun ikatan emosional antara tenaga kesehatan dan peserta. Dengan pendekatan ini, promosi kesehatan terasa lebih bersahabat dan bermakna.

Siapa sebenarnya yang menggerakkan dan mengisi kegiatan ini? Seluruh rangkaian Kelas Lansia SMART diinisiasi dan dikelola oleh Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSUD Wonosari, berkolaborasi dengan Profesional Pemberi Asuhan (PPA) yang terdiri dari dokter, perawat, ahli gizi, apoteker, psikolog, fisioterapis, hingga sanitarian. Tidak kalah penting, kegiatan kerohanian mendapat dukungan penuh dari Tim Rohis RSUD Wonosari yang menghadirkan tausiyah singkat dan bimbingan spiritual. Dengan keterlibatan tim multidisiplin ini, Kelas Lansia SMART benar-benar menjadi wadah holistik yang menyentuh aspek fisik, mental, sosial, dan spiritual.

Apa jadinya bila edukasi dikombinasikan dengan inovasi sederhana yang menyenangkan? Jawabannya adalah Kelas Lansia SMART. RSUD Wonosari menghadirkan leaflet multifungsi yang tidak hanya berisi informasi kesehatan, tetapi juga berfungsi sebagai catatan tekanan darah serta dilengkapi teka-teki silang sederhana untuk melatih kognitif. Selain itu, materi edukasi disediakan dalam format digital melalui website PKRS RSUD Wonosari, sehingga lansia maupun keluarganya dapat mengakses ulang pembelajaran di rumah. Inovasi ini membuat informasi kesehatan lebih mudah diakses dan berkelanjutan. Tidak berhenti di situ, para lansia juga dilibatkan menjadi pengurus kelas, mengelola kas, hingga merencanakan kegiatan rekreasi tahunan. Dengan cara ini, mereka tidak hanya menjadi peserta, melainkan juga pemilik program.

Lalu, apa hasil nyata dari program ini? Perubahan yang ditimbulkan sangat terasa. Pengetahuan kesehatan lansia meningkat, kesadaran berolahraga dan melakukan pemeriksaan rutin semakin tinggi, serta tumbuh rasa kebersamaan yang kuat. Jumlah peserta terus bertambah dari waktu ke waktu, mencerminkan antusiasme dan kebutuhan nyata masyarakat. Hal menarik lainnya adalah terbentuknya grup WhatsApp khusus lansia yang aktif setiap hari. Grup ini tidak hanya berisi doa dan ucapan semangat, tetapi juga menjadi media berbagi informasi kegiatan, tips kesehatan, hingga motivasi hidup sehat. Lansia merasa lebih diperhatikan, tidak lagi kesepian, dan selalu terhubung bahkan di luar pertemuan rutin.

Dari cerita sederhana ini, apa yang bisa kita pelajari? Bahwa promosi kesehatan tidak harus kaku dan membosankan. Ia bisa dikemas rekreatif, menyenangkan, sekaligus penuh makna kebersamaan. Kelas Lansia SMART membuktikan bahwa inovasi sederhana mampu membawa perubahan besar. Dari Gunungkidul, praktik baik ini menunjukkan bahwa kesehatan dapat diperjuangkan melalui pendekatan yang ramah, manusiawi, dan mudah diakses. Program ini tidak hanya meningkatkan kesehatan fisik, tetapi juga mental, sosial, dan spiritual lansia. Setiap wilayah memiliki potensi untuk mengembangkan program serupa. Inovasi kecil yang lahir dari kebutuhan sederhana bisa menjelma menjadi inspirasi besar yang menggerakkan perubahan di tingkat nasional. Dari ruang sederhana di RSUD Wonosari, tercermin sebuah harapan: kesehatan bukan hanya urusan medis, tetapi juga kebersamaan, kemandirian, dan kualitas hidup yang lebih baik bagi para lansia.

Referensi

  • Badan Pusat Statistik. (2022). Statistik Penduduk Lanjut Usia 2022. Jakarta: BPS RI.

  • Dinas Kesehatan DIY. (2022). Profil Kesehatan Provinsi DIY 2022.

  • Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul. (2022). Data Profil Kesehatan Gunungkidul 2022.

  • Kementerian Kesehatan RI. (2021). Panduan Pelayanan dan Edukasi Lansia. Jakarta: Kemenkes RI.

 

Kontributor

Aulia Zahro Novitasari, S.Kep.,Ns.MPH

aulia.zahro.n@mail.ugm.ac.id

  • By admin
  • 19 Januari 2026
  • 17

Berita Terbaru


Kelas Lansia SMART: Cerita Inovasi Promosi Kesehatan RSUD Wonosari dalam Mendukung Transformasi Layanan

Tahukah Anda bahwa jumlah lansia di Indonesia terus meningkat setiap…

MENYUSUI: Investasi Seumur Hidup bagi Ibu dan Bayi

Membangun Generasi Sehat Sejak Tetes Pertama Menyusui bukan sekadar memberi…

Investasi Kesehatan Anak Menuju Indonesia Emas 2045

Pendahuluan: Anak Sehat sebagai Fondasi Bangsa Setiap tanggal 23 Juli,…

Aktivitas Fisik: Langkah Kecil Menuju Hidup Sehat dan Bahagia

Pernahkah Anda merasa stres, mudah lelah, atau sulit tidur? Mungkin…

Lebaran Aman dan Nyaman: Tips Mencegah Risiko Infeksi!

Hari Raya Idul Fitri merupakan momen istimewa untuk berkumpul bersama…